FARMER EMPOWERMENT THROUGH AGRICULTURAL TECHNOLOGY & INFORMATION/PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI TEKNOLOGI DAN INFORMASI PERTANIAN

Minggu, 02 Oktober 2011

Monev dari World Bank

Bertempat di saung FMA Harum Mekar Desa Ciruas Kec. Ciruas Kab. Serang, pada hari sabtu tanggal 1 Oktober 2011 telah dilaksanakan monev dari Bank Dunia. Pada kesempatan itu hadir perwakilan dari Bank Dunia, KEMENTAN, BAPPENAS, BPTP Prop. Banten, Dinas Pertanian dan Peternakan Prop. Banten, Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Serang, BPP Kec. Ciruas, Kepala Desa Ciruas, pengurus dan peserta pembelajaran serta tamu undangan lainnya.
Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB hingga menjelang maghrib, pada sesi pertama tim monev melakukan diskusi mengenai kegiatan yang telah dan sedang dilakukan FMA Harum Mekar dari mulai awal kegiatan hingga saat ini, secara detail tim monev menanyakan mengenai alasan pemilihan komoditas, jumlah peserta pembelajaran,  materi pembelajaran dan nara sumbernya, dampak pembelajaran, alokasi dana FEATI, rencana tindak lanjut.
Pada sesi kedua tim monev melakukan peninjauan ke kandang itik, disana mereka mendiskusikan mengenai cara pemeliharaan, penanganan kesehatan ternak, teknik pemasaran dan cara FMA memperoleh informasi mengenai harga komoditas ternak.
Acara diakhiri dengan photo bersama dengan tim monev. Selamat jalan Mister, semoga anda bangga dengan FMA Harum Mekar.

Minggu, 18 September 2011

Jaringan Pemasaran dan Kemitraan

  • Kemitraan internal antar kelompok yang dikoordinasikan oleh Gapoktan yang mana kemitraan terjalin di masing - masing kelompok tani dengan memperoleh dukungan dana dari program PUAP
  • Desa Ciruas khususnya FMA Harum Mekar, strategis berada di tengah pusat kota sehingga untuk pemasaran sangat mudah , di sebelah utara terdapat pasar Dukuh, di sebelah selatan terdapat pasar Ciruas, di sebelah timur terdapat pasar Kragilan dan sebelah barat terdapat pasar Rau
  • Kemitraan terjalin :
  1. antara FMA Harum Mekar dengan Pengusaha
  2. antara FMA Harum Mekar dengan Penghasil DOD
  3. antara FMa Harum Mekar dengan Pengepul Itik ( DOD)

Peran Organisasi Petani Dalam Mengelola Penyuluhan Desa

  • Petani telah tergabung dalam kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Mekanisme pembentukan pengurus FMA pada tahun 2007 dilakukan oleh Gapoktan, sehingga secara struktur organisasi kepengurusan FMA merupakan salah satu  seksi dalam wadah Gapoktan yang berfungsi untuk memberikan penyuluhan melalui berbagai pembelajaran, siaran pedesaan, dan penyedia sarana informasi lainnya.

Pengembangan Kelembagaan Petani

  • Setelah adanya program FEATI tumbuh dua kelompok tani, sehingga jumlah kelompok tani di Desa Ciruas menjadi 6 ( enam ) kelompok tani yaitu : Tani Mulya, Harapan, Sawargi, Sawargi II, Ternak Itik Dami Aking dan Kelompok Wanita Tani "Harum Mekar"

Pola Pembagian Dalam Usaha Kemitraan

  • kemitraan berupa jaminan penerimaan itik dan jaminan harga yang dilakukan antara FMA Harum Mekar dengan pihak pengusaha
  • kemitraan yang dilakukan antara FMA Harum Mekar dengan pihak investor
  • kemitraan antara petani penghasil DOD dengan FMA
  • adapun pola pembagian usaha dari keuntungan bersih adalah 70:30

Pola Penyebaran ( Diseminasi ) Teknologi

  • Tahap I
  1. Pelaksanaan pembelajaran budidaya padi pola PTT dan pembuatan telur asin rasa diikuti oleh 75 orang peserta dari 4 ( empat ) kelompok dengan sumber dana berasal dari program FEATI.   
  2. Pelaksanaan pembelajaran budidaya itik diikuti oleh 15 orang peserta dari 4 ( empat ) kelompok dan Agribisnis budidaya itik diikuti oleh 20 orang peserta dari 4 ( empat ) kelompok dengan sumber dana dari program FEATI.

  • Tahap II
  1. Masing - masing kelompok membuat demplot padi seluas 1 Ha sehingga penyebaran informasi hasil pembelajaran budidaya padi pola PTT dapat tersosialisasikan dan diterapkan di tingkat anggota.
  2. Masing - masing kelompok mempunyai demplot yaitu : Kelompok Tani Mulya Penetasan, Kelompok Harapan Itik Petelur, Kelompok Sawargi dan Sawargi I DOD, sedangkan Laboratorium Lapang di Kp. Ciwandan Desa Ciruas Kec. Ciruas.
  3. Study Banding ke Cirebon untuk melihat, praktek sekaligus berbagi pengalaman.
  4. FMA Harum Mekar mengembangkan kawasan itik seluas  400 m2 hasil dari swadaya, dan penyebaran ( pemeliharaan ) itik ke setiap anggota dengan pemasaranoleh FMA.

Teknologi yang Diterapkan

Introduksi teknologi yang diterapkan adalah penggunaan pupuk berimbang, sistem tanam legowo, dan agribisnis budidaya itik, bimbingan dilaksanakan oleh Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab. Serang, BPTP Banten, Dinas Pertanian dan Peternakan Prov. Banten dan Dinas Pertanian Kab. Serang.

Sabtu, 17 September 2011

Jenis Pembelajaran

  • Pada Tahun 2008 kegiatan pembelajaran adalah Sekolah Lapang Budidaya Tanaman Padi Pola PTT dan kegiatan gender pembuatan telur asin rasa
  • Pembelajaran diikuti oleh 75 orang peserta terdiri dari 60 orang laki-laki dan 15 orang perempuan
  • Tujuan Umum pelaksanaan Kursus budidaya tanaman padi pola PTT adalah meningkatkan pengetahuan, memperbaiki pola pikir dan meningkatkan keterampilan budidaya padi yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan produksi padi dan pendapatan petani di Desa Ciruas Kec. Ciruas Kab. Serang
  • Pada Tahun 2009 kegiatan pembelajaran Agribisnis Budidaya Itik dan Tahun 2010 Kegiatan Pengembangan Pembelajaran Agibisnis Budidaya Itik (Study Banding)
  • Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah untuk meningkatkan pengetahuan, memperbaiki pola pikir dan meningkatkan keterampilan petani, yang pada akhirnya mengarah pada pengadaan bibit ternak itik secara mandiri serta peningkatan populasi ternak itik berproduksi tinggi demi meningkatnya pendapatan petani ternak itik di Desa Ciruas Kec. Ciruas Kab. Serang.